Ikhlas merupakan salah satu rahasia Alloh SWT terhadap semua amal makhlukNya.
Banyak definisi tentang ikhlas yang dapat kita dengar atau baca dari berbagai sumber. Kita dapat berusaha dengan sekuat tenaga agar tingkatan ikhlas tercapai. Namun, bagaimana kita tahu nilai keikhlasan kita?
Banyak himbauan agar kita berbuat baik sesering mungkin dan berulang-ulang. Dimulai dengan hal baik yang mudah dilaksanakan. Hal-hal kecil yang mudah dan murah dilakukan seperti : senyum, salam dan sapa. Atau infaq/shodaqoh sekecil apapun namun dilakukan setiap hari dalam kondisi apapun (kaya atau miskin).
Yang perlu digarisbawahi adalah kata "sering" dan "berulang-ulang". Mengapa hal ini begitu penting ?
Karena kita sendiri yang melakukan amal sholeh tidak mengetahui nilai keikhlasan perbuatan kita. Bisa jadi hanya satu dari ribuan kali perbuatan baik kita yang dinilai ikhlas oleh Alloh SWT. Namun yang "satu" itu bisa jadi lebih bernilai dari dari ribuan amal kita yang lain. Bisa jadi pahala yang "satu" itu dapat menutupi ribuan riya kita yang lain. Wallahu a'lam bi showab.
Sunday, April 07, 2013
Friday, April 05, 2013
Khutbah Jum'at
Agak membuat kesal jika ada jamaah di sebelah Anda yang asyik membaca berita atau ber-Facebook ria pada saat khutbah jum'at berlangsung.
Mungkin ada perlu penambahan dari announcer sebelum Sholat Jum'at. Tidak hanya mengingatkan jamaah untuk membuat handphone-nya menjadi silent juga untuk tidak menggunakan / bermain handphone pada saat khutbah jum'at.
Mungkin ada perlu penambahan dari announcer sebelum Sholat Jum'at. Tidak hanya mengingatkan jamaah untuk membuat handphone-nya menjadi silent juga untuk tidak menggunakan / bermain handphone pada saat khutbah jum'at.
Tuesday, March 19, 2013
Khusuk
Sepertinya khusuk itu adalah usaha kita untuk khusuk yang tidak mengurangi kekhusukan orang lain.
Sikat Gigi
Salah satu cerita sukses dalam bidang pemasaran adalah merubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi.
Awalnya tahun 1900 pembuat produk pasta gigi merek Pepsodent berusaha mendekati Claude C. Hopkins untuk membantu pemasaran produk ini. Sebelumnya Hopkins telah sukses mengiklankan bir Schlitz, sabun Palmolive, Quaker Oats, Goodyear dan lain-lain.
Karena belum melihat cara yang jitu untuk mengiklankan Pepsodent, Hopkins ragu untuk membantu. Padahal di waktu itu tingkat kesehatan gigi masyarakat Amerika masih buruk. Bahkan saat pengerahan warga untuk ikut Perang Dunia Pertama, banyak calon tentara yang mempunya gigi yang rusak sehingga dinyatakan bahwa tingkat kesehatan gigi masyarakat telah mengurangi tingkat keamanan nasional Amerika. Namun telah banyak penjual langsung pasta gigi dari rumah ke rumah. Dan sebagian besar dari mereka kemudian bangkrut.
Sampai saat Hopkins mendapat ide setelah membaca buku-buku kesehatan gigi yang tebal-tebal. Salah satu buku tersebut menyatakan bahwa ada satu lapisan di gigi (the film) yang mengurangi kecemerlangan gigi. Lapisan ini membuat gigi terlihat buram. Hal ini yang segera diekploitasi oleh Hopkins.
Kenyataan bahwa lapisan gigi ini mudah dihilangkan, bahkan hanya dengan makan apel atau menggosok gigi dengan jari atau kumur-kumur dengan kuat. Pasta gigi apapun sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian bahwa pasta gigi tidak berguna dalam membantu membersihkan lapisan gigi. (William J. Gies dalam "Experimental Studies of the Validity of Advertised Claims for Products of Hygiene or Dental Therapeutics", Jurnal of Dental Research 2 [September 1920]:511-29)
Kesuksesan Hopkins adalah membentuk kebiasaan masyarakat dalam iklannya.
"Rasakan bagian depan gigi Anda dengan lidah. Itulah lapisan gigi, itulah yang membuat warna gigi Anda buruk dan mengakibatkan kerusakan."
"Lihat gigi indah ada di mana-mana."
"Jutaan orang telah melakukan gosok gigi. Mengapa ada wanita dengan lapisan di giginya. Pepsodent akan membersihkan lapisan gigi itu."
Dengan adanya acuan yang sangat mudah yaitu lapisan gigi, semua orang pasti merasakannya baik tua maupun muda. Dan siapa yang tidak mau menjadi lebih cantik hanya dengan senyum dengan gigi yang lebih bersinar.
Dengan pola acuan -> aksi -> hasil yang sangat mudah dan cepat yaitu :
lapisan gigi (acuan) -> gosok gigi dengan pasta gigi (aksi) -> gigi terlihat lebih bersih (hasil). Iklan Pepsodent meluncur dalam tiga minggu saja telah membuat produksinya tidak mencukupi jumlah permintaan. Dalam tiga tahun sukses yang sama terjadi di Spanyol, Jerman dan China. Dalam dekade pertama Pepsodent menjadi produk top-selling di dunia. Dan tetap menjadi top-selling di Amerika selama 30 tahun.
Jika produk ini sebenarnya tidak membantu membersihkan lapisan gigi lalu mengapa tetap saja menjadi produk yang hebat ?
Perbedaan dari pasta gigi yang lain adalah adanya penambahan rasa "mint". Pasta gigi pada saat itu umumnya terasa hambar. Sehingga segera setelah bergosok gigi dengan Pepsodent penggunanya langsung merasakan bahwa dia telah bergosok gigi. Disamping hasil gosok gigi yang langsung terlihat, gigi menjadi lebih "terang", bersih dan licin, namun juga lebih terasa. Rasa mint juga memberikan efek kesegaran dalam mulut. Tambahan "mint" ini akhirnya diikuti oleh pasta gigi merk lainnya.
(Cuplikan dari buku : The power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business, Charles Duhigg, 2012)
Awalnya tahun 1900 pembuat produk pasta gigi merek Pepsodent berusaha mendekati Claude C. Hopkins untuk membantu pemasaran produk ini. Sebelumnya Hopkins telah sukses mengiklankan bir Schlitz, sabun Palmolive, Quaker Oats, Goodyear dan lain-lain.
Karena belum melihat cara yang jitu untuk mengiklankan Pepsodent, Hopkins ragu untuk membantu. Padahal di waktu itu tingkat kesehatan gigi masyarakat Amerika masih buruk. Bahkan saat pengerahan warga untuk ikut Perang Dunia Pertama, banyak calon tentara yang mempunya gigi yang rusak sehingga dinyatakan bahwa tingkat kesehatan gigi masyarakat telah mengurangi tingkat keamanan nasional Amerika. Namun telah banyak penjual langsung pasta gigi dari rumah ke rumah. Dan sebagian besar dari mereka kemudian bangkrut.
Sampai saat Hopkins mendapat ide setelah membaca buku-buku kesehatan gigi yang tebal-tebal. Salah satu buku tersebut menyatakan bahwa ada satu lapisan di gigi (the film) yang mengurangi kecemerlangan gigi. Lapisan ini membuat gigi terlihat buram. Hal ini yang segera diekploitasi oleh Hopkins.
Kenyataan bahwa lapisan gigi ini mudah dihilangkan, bahkan hanya dengan makan apel atau menggosok gigi dengan jari atau kumur-kumur dengan kuat. Pasta gigi apapun sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian bahwa pasta gigi tidak berguna dalam membantu membersihkan lapisan gigi. (William J. Gies dalam "Experimental Studies of the Validity of Advertised Claims for Products of Hygiene or Dental Therapeutics", Jurnal of Dental Research 2 [September 1920]:511-29)
Kesuksesan Hopkins adalah membentuk kebiasaan masyarakat dalam iklannya.
"Rasakan bagian depan gigi Anda dengan lidah. Itulah lapisan gigi, itulah yang membuat warna gigi Anda buruk dan mengakibatkan kerusakan."
"Lihat gigi indah ada di mana-mana."
"Jutaan orang telah melakukan gosok gigi. Mengapa ada wanita dengan lapisan di giginya. Pepsodent akan membersihkan lapisan gigi itu."
Dengan adanya acuan yang sangat mudah yaitu lapisan gigi, semua orang pasti merasakannya baik tua maupun muda. Dan siapa yang tidak mau menjadi lebih cantik hanya dengan senyum dengan gigi yang lebih bersinar.
Dengan pola acuan -> aksi -> hasil yang sangat mudah dan cepat yaitu :
lapisan gigi (acuan) -> gosok gigi dengan pasta gigi (aksi) -> gigi terlihat lebih bersih (hasil). Iklan Pepsodent meluncur dalam tiga minggu saja telah membuat produksinya tidak mencukupi jumlah permintaan. Dalam tiga tahun sukses yang sama terjadi di Spanyol, Jerman dan China. Dalam dekade pertama Pepsodent menjadi produk top-selling di dunia. Dan tetap menjadi top-selling di Amerika selama 30 tahun.
Jika produk ini sebenarnya tidak membantu membersihkan lapisan gigi lalu mengapa tetap saja menjadi produk yang hebat ?
Perbedaan dari pasta gigi yang lain adalah adanya penambahan rasa "mint". Pasta gigi pada saat itu umumnya terasa hambar. Sehingga segera setelah bergosok gigi dengan Pepsodent penggunanya langsung merasakan bahwa dia telah bergosok gigi. Disamping hasil gosok gigi yang langsung terlihat, gigi menjadi lebih "terang", bersih dan licin, namun juga lebih terasa. Rasa mint juga memberikan efek kesegaran dalam mulut. Tambahan "mint" ini akhirnya diikuti oleh pasta gigi merk lainnya.
(Cuplikan dari buku : The power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business, Charles Duhigg, 2012)
Thursday, November 15, 2012
Hadits Bukhari
6. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin 'Abbas telah mengabarkan kepadanya bahwa Abu Sufyan bin Harb telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) adalah: "bagaimana kedudukan nasabnya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab: "Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada. Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar dari Az Zuhri. Disalin dari Aplikasi Hadits Bukhari untuk Android. https://play.google.com/store/apps/details?id=id.web.mige.hadits4m
Wednesday, April 18, 2012
Malu
Mudah sekali terjerumus ke dalam jebakan "pamer".
Karena banyak ibadah yang sebaiknya dilakukan berjamaah.
Sebenarnya malu aku dilihat orang karena sering tak berkualitas.
@Depok
Buah kesabaran
Biasanya orang yang sabar mendapatkan apa yang diinginkannya.
Namun ada efek samping yang mengejutkan yaitu cepatnya waktu berlalu sehingga tak sadar sudah dekat akhir waktu.
@Depok
Namun ada efek samping yang mengejutkan yaitu cepatnya waktu berlalu sehingga tak sadar sudah dekat akhir waktu.
@Depok
Thursday, March 25, 2010
one of my best
so much ado nothing
just watching people sit or passing by around me
if i have it all
why should ask for more
if everything is perfect
why should i change
may i just say thank you to the most giver
just watching people sit or passing by around me
if i have it all
why should ask for more
if everything is perfect
why should i change
may i just say thank you to the most giver
Monday, July 07, 2008
Kenyang Rendang
Lidah tak bertulang ...
Pena lebih tajam dari pedang ...
Banyak perih-bahasa tak berundang ...
Sudah lama beredar di kalangan ...
Sejarah berulang ...
Bicara asal dendang ...
Tangan tak lelah berperang ...
Kaki asal menendang ...
Akal tak diperpanjang ...
Penting perut kenyang ...
Enak makan rendang ...
Kriuk-kriuk bunyi krupuk udang
Depok, 7 Jul 08.
-yglaparbolehmakansiang-
Pena lebih tajam dari pedang ...
Banyak perih-bahasa tak berundang ...
Sudah lama beredar di kalangan ...
Sejarah berulang ...
Bicara asal dendang ...
Tangan tak lelah berperang ...
Kaki asal menendang ...
Akal tak diperpanjang ...
Penting perut kenyang ...
Enak makan rendang ...
Kriuk-kriuk bunyi krupuk udang
Depok, 7 Jul 08.
-yglaparbolehmakansiang-
Sunday, March 02, 2008
Api Dingin
Kadang hanya bara
Kadang berkobar menyambar-nyambar
Namun hangatnya selalu membuatku ingin mendekat
Tidak biasanya ... kali ini api ini dingin
Mengalir seperti air wudhu waktu shubuh
Membasuh semangat
Dialah yang bisa mendinginkan api
Hanya Dia
Blogged with Flock
Wednesday, February 27, 2008
Madinah I
Sholawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
Madinah tampak lebih tenang dibandingkan dengan Mekkah.
Walaupun suhu sangat dingin mencekam namun suasana hangat terasa dalam hati. Serasa tiba di"rumah", hommy sekali.
Bersama jamaah lain kami bersemangat melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nabawi dalam rangka mengejar "arbain".
Walaupun ada pendapat bahwa "arbain" ini adalah sunnah yg hanya didukung hadits yg lemah namun kami tidak mau melewatkan sholat berjamaah di Masjidil Haram di Madinah. Masjid Nabawi tetap disebut Masjidil Haram di Madinah.
Haramain berarti dua tempat haram yaitu Masjidil Haram di Mekkah & di Madinah.
Jarak yg cukup "dekat" menjadi penyemangat untuk kami bolak-balik ke Masjid.
Salah satu yg dikejar oleh jamaah adalah kesempatan sholat di "taman-syurga" Raudhatul Jannah . Tempat yg mustajab bagi orang yang bermunajat.
Bagi jamaah laki-laki setiap saat kita dapat mencoba untuk ke Raudhah. Dengan cukup kesabaran kita dapat sholat dan sedikit waktu untuk berdoa di Raudhah. Kita harus sabar mengantri berdesakan namun masih dalam batas kewajaran saya dalam usaha memasuki Raudhah. Tidak harus mendzolimi saudara kita yg lain, hanya antri berdesakan.
Sholat dan berdoa secukupnya jangan terlalu lama. Insya'Allah dengan kita memberi kesempatan orang lain berdoa di Raudhah, doa kita lebih mustajab lagi.
"Assalamu'alaikum Yaaa Rasulullah"
"Assalamu'alaikum Yaaa Nabiyullah"
"Assalamu'alaikum Yaaa Habibullah"
"Salam dan sholawat kepada kekasihNya, nabi, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan semua sahabatnya" setiap kali kita melewati makam beliau.
Perasaan bercampur aduk, senang bisa berada di "rumah" beliau, sedih karena waktu yg sangat singkat untuk beramah-tamah dengan beliau.
Friday, February 08, 2008
Perjalanan Mekkah - Madinah
Setelah Sholat Jum'at di Masjid Al-Ijabah kami segera makan siang dan bersiap untuk berangkat ke Madinah.
Persiapan koper sudah dilakukan kemarin malam. Karena hari ini kami tawaf wada dan sholat jum'at tidak ada kegiatan lain lagi selain persiapan pengumpulan koper dan barang tentengan ke Madinah.
Perjalanan mulai tepat waktu Ashar, saya sendiri sudah sholat Ashar jama' taqdim.
Terlihat bekas banjir di jalan-jalan yg kami lalui. Hujan tadi pagi ternyata cukup luas.
Udara mulai terasa dingin. Perjalanan diperkirakan sekitar 5-6 jam. Sepanjang perjalanan radio di bus kami mengumandangkan Al-Qur'an atau pengajian dari Ustadz yg sayangnya kami tdk mengerti.
Dingin yg mencekam dan tempat duduk yg sempit membuat beberapa jamaah mulai merasa ingin buang air kecil. Kami berhenti di SPBU. Dengan segera kami mencari toilet.
Ternyata udara diluar lebih dingin daripada di dalam bus, angin berhembus cukup kencang. Alhamdulillah ada restaurant menjual teh susu panas.
Mendekati Madinah, bentuk rumah-rumahnya berbeda dengan di Mekkah. Di Madinah rumah-rumah memiliki pagar yg agak tinggi. Walaupun jarak dari pagar ke tembok rumah hanya 1-2 meter. Satu rumah dengan rumah lain agak terpisah.
Kami tiba di Maktab Madinah sekitar pukul 10 malam WAS. Dingin dan angin terasa menusuk hidung. Kembali pengaturan kopor dan air zam-zam agak kurang terkoordinasi.
Kami mendapat kamar yg berisi 11 (sebelas) orang, dengan 1 kamar mandi/toilet.
Segera kami menuju Masjid Nabawi untuk sholat Maghrib jama' takhir Isya.
Tidak lupa mengenakan surban untuk melindungi kepala & hidung dari dingin dan angin.
Wednesday, February 06, 2008
Tawaf Wada
Kami Tawaf wada tanggal 11 Januari 2008, hari Jum'at.
Dengan rencana kami akan ke Masjidil Haram jam 3 pagi WAS, untuk sholat tahajud, sholat shubuh, sholat syuruq, dhuha dan kemudian terakhir tawaf wada.
Ternyata Allah SWT memberikan berkah kepada Kota Mekkah berupa hujan deras dari sekitar jam 3 pagi sampai menjelang shubuh jam 5.
Normalnya beberapa hari setelah lebaran haji biasanya hujan, namun sampai 2 minggu setelah Idhul Adha masih belum turun hujan di Mekkah. Hingga Imam Masjidil Haram mengajak jamaah untuk ikut sholat istisqa. Alhamdulillah beberapa hari kemudian hujan turun yaitu pada pagi hari ini.
Kami dengan sabar menunggu sampai hujan reda. Beberapa lama hujan mulai, jalan di depan maktab kami mulai terlihat banjir. Terlihat seperti sungai dengan air yg cukup deras, dengan kedalaman sekitar semata kaki atau lebih.
Menjelang waktu shubuh hujan mereda, gerimis tipis-tipis, suhu yg biasanya cukup dingin tanpa hujan kali ini semakin dingin.
Setelah azan shubuh terdengar kami berjalan menuju Masjid Al-Ijabah, sepanjang jalan terlihat pasir, kerikil dan batu yg terbawa banjir tadi sehingga agak sulit kami memilih pijakan.
Setelah sholat shubuh kami kembali ke maktab dan ternyata sebagian dari jamaah telah siap menuju ke Haram.
Kami menuju jalan raya, menunggu mobil yg mau mengangkut kami ke Haram.
Sepanjang jalan terlihat gundukan pasir dan batu berserakan.
Kami turun di dekat pintu keluar Marwah. Kelihatannya banyak toko di Pasar Seng yg bocor sehingga barang dagangannya basah. Banyak buku yg di keluarkan dari tokonya.
Kami masuk ke Masjidil Haram sekitar jam 6:45 WAS. Saya harus buang air kecil & berwudhu. Masuk ke pintu Marwah, terus menuju pelataran Ka'bah.
Cuaca cukup mendung namun sudah mulai terang. Saya sholat sunnah. Sholat tahiyatul masjid, sholat syuruq, sholat dhuha dan sholat tasbih. Terasa sekali beratnya untuk meninggalkan ka'bah. Air mata tak terbendung mengalir. Berharap kepada Allah SWT agar dapat diberikan kesempatan untuk kembali berkunjung ke Baitullah ini. Kembali lagi ....
Ternyata gerimis mulai sedikit deras.
Saya mengurungkan niat untuk tawaf wada di pelataran ka'bah.
Saya melihat ke lantai 2 masjid. Terlihat kosong.
Saya berpikir bahwa tawaf wada ini harus saya isi dengan sebanyak mungkin dzikir dan saya tidak mau cepat-cepat selesai dalam tawaf wada. Jarak yg jauh mudah-mudah dapat membantu kekhusukan tawaf.
Segera saya naik ke lantai dua. Ternyata tangga ke lantai dua basah. Ada kebocoran di Masjid dekat tangga hingga airnya mengalir membanjiri tangga.
Dengan hati-hati saya meniti pinggir tangga dengan berpegangan karena tangga menjadi sangat licin.
Lantai dua benar-benar kosong, hampir-hampir saja saya takut melakukan tawaf. Namun saya serahkan ketakutan saya kepada Allah SWT semata. Mohon perlindungan kepadaNya. Saya mulai tawaf wada.
Berat sekali untuk meninggalkan Haram, kembali air mata mengalir dalam tawaf saya. Bersyukur hampir tidak ada orang yg melihat kondisi saya.
Berulang-ulang saya memohon kepada Allah SWT agar berkesempatan kembali untuk menghajikan orang tua. Doa-doa lain menjadi lebih terasa dalam.
Semakin mendekati akhir tawaf berat tidak hanya terasa di hati, sampai-sampai kaki ini berat melangkah enggan mengakhiri tawaf.
Akhir tawaf, kami sholat diantara pintu Ka'bah dan maqam Ibrahim.
Berulang-ulang doa kami adalah mohon diizinkan untuk dapat kembali ke Masjidil Haram.
Wednesday, January 30, 2008
Surban
Bagi kaum laki-laki pakaian gamis berwarna putih sepertinya adalah pakaian wajib bagi orang arab Mekkah.
Saya sendiri berniat mau membeli namun berpikir dua kali karena saya pikir saya tidak akan mengenakannya di Indonesia. Mubazir.
Satu lagi pakaian yg sering dikenakan laki-laki adalah surban. Surban ini berbentuk persegi-panjang namun selalu digunakan terlipat dua menjadi bentuk segi-tiga. Dikenakan dengan cara diletakkan diatas kepala dengan atau tanpa kopiah.
Setelah mengenal cuaca di Mekkah, saya baru menyadari bahwa mashaghi/yashmaghi (surban) ini benar-benar multi fungsi. Bukan hanya sebagi asesoris pakaian saja. Surban ini menahan dinginnya angin di waktu shubuh, menahan panas di waktu siang/sore hari, sebagai masker penutup hidung dari debu atau dinginnya cuaca. Jika tidak dipakai di kepala bisa sebagai alas sujud. Surban ini menjaga agar kepala, telinga, leher dan/atau hidung agar tetap hangat (tidak panas/dingin).
Harga surban ini bervariasi, dari yg murah 10 real, sampai ratusan real untuk surban dengan merek terkenal (merek designer Italia/Prancis).
Yg murah biasanya dari China, sedangkan yg agak mahal buatan local, India atau Eropa.
Saya kira tidak rugi untuk membeli 2 atau lebih surban ini. Harap diperhatikan ukurannya ada yg kecil, yg sedang 55 inchi atau yg besar 60an inchi.
Saya sendiri berniat mau membeli namun berpikir dua kali karena saya pikir saya tidak akan mengenakannya di Indonesia. Mubazir.
Satu lagi pakaian yg sering dikenakan laki-laki adalah surban. Surban ini berbentuk persegi-panjang namun selalu digunakan terlipat dua menjadi bentuk segi-tiga. Dikenakan dengan cara diletakkan diatas kepala dengan atau tanpa kopiah.
Setelah mengenal cuaca di Mekkah, saya baru menyadari bahwa mashaghi/yashmaghi (surban) ini benar-benar multi fungsi. Bukan hanya sebagi asesoris pakaian saja. Surban ini menahan dinginnya angin di waktu shubuh, menahan panas di waktu siang/sore hari, sebagai masker penutup hidung dari debu atau dinginnya cuaca. Jika tidak dipakai di kepala bisa sebagai alas sujud. Surban ini menjaga agar kepala, telinga, leher dan/atau hidung agar tetap hangat (tidak panas/dingin).
Harga surban ini bervariasi, dari yg murah 10 real, sampai ratusan real untuk surban dengan merek terkenal (merek designer Italia/Prancis).
Yg murah biasanya dari China, sedangkan yg agak mahal buatan local, India atau Eropa.
Saya kira tidak rugi untuk membeli 2 atau lebih surban ini. Harap diperhatikan ukurannya ada yg kecil, yg sedang 55 inchi atau yg besar 60an inchi.
Mekkah
Maktab 133 terletak di daerah Ma'abdah di Jalan Masjid Al-ijabah.
Masjid terdekat adalah Masjid Jami' Al-ijabah sekitar 100 meter dari maktab.
Masjid Malik Abdul Aziz terletak di seberang jalan dari Masjid Al-ijabah.
Pulang dari Mina saya dan banyak jamaah lain yg terserang flu, pilek dan atau batuk.
Beruntung bahwa kami sudah diberikan obat flu oleh Dep-Kes waktu di Asrama Haji Bekasi. Namun sampai habis dua strip (8 tablet) tetap saja saya masih pilek. Kami akhirnya berobat ke dokter kloter. Kami diberikan obat flu dan vitamin. Beberapa hari kemudian flu agak reda namun kemudian flu kembali lagi.
Keadaan cuaca di Mekkah berangin dan di Masjidil Haram banyak sekali kipas angin dengan kekuatan besar, diharapkan jamaah menjaga kondisi kesehatan.
Pagi hari suhu terasa dingin dan berangin. Sedangkan siang, sore dan malam cukup hangat.
Pilihan makanan.
Kebetulan ada orang Indonesia yg tinggal di dekat maktab kami yg berjualan makanan Indonesia, walaupun berjualan secara sembunyi-sembunyi di rumahnya.
Toko kelontong ada 3 di dekat maktab. Dua rumah makan Indonesia juga ada kira-kira 500 meter dan 1 km dari maktab ke arah Haram, lainnya ada di sekitar Haram. Makanan lain seperti burger-(kambing/ayam), kebab, ayam broast, martabak india, es-krim banyak tersebar di sekitar Haram. Bakso Si Doel dan mie-bakso lainnya juga ada.
Harga kurang lebih:
- Kebab 3 real
- Hamburger 3 real tanpa isi kentang, 4 real dengan isi kentang.
- kentang goreng 2 - 3 real
- Ayam broast 11 real dengan porsi untuk 3 -4 orang.
- Bakso 10 atau 11 real
- Nasi putih 1 atau 2 real
- lauk pauk 1 atau 2 real
- sayur 1 atau 2 real
- minuman ringan, air putih 1 real
- es-krim 2 real
Beberapa hari kami sarapan roti hotdog dicelup dgn kopi atau dioles madu.
Terima kasih untuk Pak Haji Marsudi sebagai supplier roti dan Pak Haji Ario untuk madunya. Penjual di toko kelontong ini kelihatannya berubah-ubah tergantung mood, kadang 1 real bisa dapat 4, 6, bahkan 12 potong roti.
Fast food tersedia di beberapa tempat seperti KFC, Kudu, Hardees, Burger-King dll. Rata-rata 1 paket 15 - 20 real.
Tempat belanja favorit : Pasar Seng !!! , Sofitel (skrg Mekkah Royal), Hilton, Abraj Al-Bait (baru selesai dibangun) dan di toko-toko sepanjang jalan pulang-pergi maktab-Haram. Supermarketnya bernama Bin-Dawood. Satu toko yg terkenal jual barang murah di daerah Hujun dengan nama Toko Bawazir.
Banyak toko-toko dengan harga yg pasti. Semua barang 2 real, atau semua barang 10 real, biasanya barang-barang untuk souvenir/hadiah.
Saya sendiri berburu beberapa macam barang :
- minyak wangi. banyak sekali penjual dan jenisnya hingga sulit menentukan qualitasnya.
Saya lebih memilih membelinya di toko yg spesial menjual minyak wangi di Hilton. Mahal sedikit namun agak terjamin qualitasnya (??).
Atau beli parfum branded di Jeddah di Toko Ali Murah.
- sajadah. Yg saya cari adalah sajadah yg sepolos mungkin tanpa ada gambar dan hanya satu warna. Namun sajadah seperti ini tidak saya jumpai. Yg saya dapat hanya sajadah dengan motif kulit macan (bukan gambar macan), dengan hanya dua warna coklat dan hitam.
- minyak zaitun
- sedikit kurma dan kacang pistachio (lebih banyak saya beli di Madinah)
- tas sekolah anak
- jinten
- gamis anak
- tasbih kayu & mutiara
Kendaraan di Arab Saudi adalah kendaraan dengan kemudi sebelah kiri. Maka jalurnya terbalik dibanding jalur jalan Indonesia. Hati-hati, betul-betul harus hati-hati jika menyeberang jalan tengoklah kedua arah dua kali. Tengok kiri, kanan, kiri lagi, kanan lagi sebelum menyeberang.
Salah satu yg cukup mengerikan di Mekkah adalah para sopirnya. Saya kira sopir bus kota Jakarta bahkan yg dari Medan sekalipun akan geleng-geleng kepala melihat cara mengemudi orang Mekkah. Selalu terlihat ngebut dan buru-buru, menyerobot tanpa peduli orang lain, tidak mau mengalah pada orang yg menyebrang jalan. Benar-benar tanpa aturan atau sedikit sekali aturan yg dipatuhi. Aturan untuk tidak melawan arah dan aturan sampai ke tujuan, yg lain saya rasa kurang dipatuhi. Bahkan polisi pun jadi terlihat sama sekali tidak berwibawa. Saya yakin banyak sekali kecelakaan di kota Mekkah. Saya sendiri sudah dua kali selama di Mekkah mengalami tabrakan, kendaraan yg saya tumpangi menabrak atau di tabrak mobil lain. Bahkan hampir saja kedua sopirnya berkelahi di jalan. Di wajibkan bagi para jamaah untuk sangat berhati-hati jika menyebrang jalan.
Kondisi body mobil jarang sekali yg mulus, tidak peduli mobil mewah atau murahan. Hampir semua mobil penyok. Juga jarang sekali dibersihkan dalam maupun luar. Mahalnya air cukup mempengaruhi cara hidup orang Mekkah. Sedikit sekali untuk mencuci, bahkan untuk mandi sekalipun mereka jarang. Mungkin ini pula sebabnya parfum di Mekkah benar-benar banyak sekali penjual dan jenisnya. Saya kira tidak ada bengkel body dan sedikit sekali tempat cuci mobil di Mekkah. Namun banyak bengkel untuk servis rem, kopling, ban, dan yg utama adalah klakson.
Jarang sekali terlihat sepeda-motor. Kebanyakan mobil 4-wheel-drive, ini masuk akal karena kondisi alam gurun pasir dan berbukit-bukit terjal. Bensin mungkin lebih murah daripada air.
Monday, January 28, 2008
Mina hari ke 3
Sore hari kami mendapat kabar, rencana kami hanya mengambil nafar awwal karena kondisi maktab yg kurang menguntungkan. Kami akan kembali ke maktab Mekkah esok hari. Dengan rencana barang-barang akan diangkut bus dan jamaah akan jumrah siang hari dan langsung berjalan ke maktab Mekkah.
Namun pada malam harinya rencana berubah, kami akan jumrah pada pagi hari setelah sholat shubuh dan kembali ke maktab Mina untuk naik bus ke maktab Mekkah. Barang-barang dibereskan sebelum sholat shubuh. Desas-desus bahwa kemarin banyak jamaah yg meninggal karena mengejar waktu jumrah yg afdhol.
Alhamdulillah Aa' Gym datang sebelum sholat shubuh dan memberi tausiyah sampai datang waktu sholat shubuh.
Setelah sholat shubuh kami segera bersiap untuk jumrah.
Kondisi perjalanan dan tempat jumrah kurang lebih sama seperti hari kemarin.
Kembali dari jumrah sekitar pukul 10 WAS, kami segera naik bus ke Mekkah. Namun Bus yg kami tumpangi ternyata mengambil jalur yg macet sehingga kami baru sampai Maktab pada waktu Ashar.
Mina hari ke 2
Setelah sampai di maktab 7 sekitar pukul 9 malam WAS (Waktu Arab Saudi) kami mengatur tempat istirahat mencoba istirahat. Tenda di maktab 7 ternyata lebih sempit jadi kami agak berdesakan.
Esok harinya kami rencanakan jumrah setelah sholat Zhuhur. Diusahakan sudah makan sebelum sholat Zhuhur. Setelah sholat secepatnya kami bersiap untuk jumrah. Lebih baik mempersiapkan topi, kaca-mata hitam dan masker disamping batu kerikil kurang lebih 30 butir.
Perjalanan lumayan jauh kurang lebih 5 - 6 km dari maktab ke jamarat.
Mendekati setengah perjalanan suasana lebih padat dari kemarin.
Sama dengan kemarin kami mengarah ke lantai 2 bangunan jamara. Dari pintu masuk tempat jumrah telah terdengar gema lemparan batu. Bunyi kerikil mengenai dinding jumrah cukup menggetarkan hati. Suaranya seperti hujan kerikil tanpa henti.
Dengan metode yg sama dengan kemarin kami tidak terpancing untuk melempar jumrah di bagian depan tempat jumrah 'Ula. Kami terus melewati kerumunan orang dan menuju bagian belakang tempat jumrah yg sepi. Segera kami merapat ke pagar pembatas jumrah. Dengan sabar saya menunggu giliran. Ibu-ibu di depan saya masih melempar kerikilnya. Setelah itu saya menempelkan badan ke pagar pembatas jumrah. Di bagian luar pagar tembok ini sudah dilapisi dengan karet busa jadi temboknya tidak terasa keras mengenai badan. Dengan tenang saya melempar jumrah dan kali ini saya menghitungnya satu persatu.
Setelah itu kami berjalan kembali menuju tempat jumrah wustha' . Kondisi yg sama terlihat. Dengan cara yg sama kami menuju ke belakang dinding dan melempar jumrah wustha' dengan tenang.
Kami ulangi lagi untuk jumrah aqobah.
Demikian kami berkumpul di dekat pintu keluar jamarat untuk berdoa menghadap kiblat.
Saya bersama Sdr Indra menuju tempat "barber-shop" untuk memotong rambut kami. Saya minta dipotong dengan mesin dengan ukuran "O" (nol) ...
Tidak botak plontos namun saya kira cukup tipis.
Kami berjalan kembali ke maktab 29 untuk menjemput jamaah yg ketinggalan dan barang/tas Sdr Indra yg juga tertinggal kemarin.
Tawaf Ifadah
Dengan berkelompok beberapa jamaah berangkat dari jamarat ke Mekkah untuk tawaf ifadah.
Kami boleh dibilang berlari ke arah Masjidil Haram dengan harapan dapat segera selesai tawaf ifadah dan pulang ke Mina harus sebelum Maghrib.
Perjalanan cukup ramai namun karena jalan menurun kami lebih termotivasi untuk berlari menyelinap dan menerobos kerumunan orang-orang.
Sampai di dekat pintu Marwah kami berkumpul untuk koordinasi. Waktu pukul 11 WAS.
Diperkirakan tawaf dan sai memakan waktu kurang lebih 3 jam sehingga kita dapat berkumpul kembali di luar pintu Marwah dekat "barber-shop" sekitar pukul 2 WAS.
Kami masuk ke Masjidil Haram masing-masing. Saya sendiri masih harus buang air kecil dan wudhu.
Saya melihat kepadatan orang yg tawaf di pelataran Ka'bah. Menurut perhitungan saya, dengan kondisi fisik yg sudah sangat lemah resiko untuk tawaf dibawah sangat tinggi. Karena saya khawatir jika saya pingsan karena kelelahan maka saya segera naik ke lantai 2 yg ternyata juga cukup ramai. Naik lagi ke lantai 3.
Mungkin karena jamaah lain menganggap di lantai 3 udara cukup panas dan jarak tempuh tawaf lebih jauh jadi cukup sepi. Sun-glasses dikenakan karena pandangan cukup silau di lantai 3 dan setelah tahallul saya sudah boleh menggunakan topi untuk menghalau panas.
Walaupun langkah lebih banyak namun tanpa halangan menjadikan tawaf lebih khusyuk dan lebih banyak berdzikir.
Saya dapat tawaf dengan tenang. Kurang lebih kurang 1 putaran; masuk waktu sholat Zhuhur. Sekaligus saya jadikan saat untuk berhenti dan beristirahat.
Setelah sholat Zhuhur segera melanjutkan tawaf. Setelah selesai tawaf saya menuju tempat sa'i.
Setiap kali saya melewati tempat minum air zam-zam saya sempatkan untuk minum untuk menghindari dehidrasi.
Selesai sa'i, rasa syukur kami haturkan kepada Allah SWT yg telah memberi kekuatan.
Waktu pukul 2 siang WAS. Saya menuju pintu luar Marwah dekat "Barber Shop". Situasi sangat padat dan cuaca cukup panas. Saya merasa tidak cukup kuat untuk diam menunggu. Saya putuskan untuk SMS pimpinan kelompok Ifadah tadi, memberitahu bahwa saya langsung menuju Mina.
Perjalanan menuju Mina cukup sepi. Namun karena berjalan sendiri sangat terasa perjalanan ini cukup berat disamping kondisi fisik yg sudah sangat lelah.
Beberapa kali saya duduk beristirahat. Saya berharap ada yg membagikan botol minuman karena saya tidak membawa uang sepeserpun untuk membeli minum. Alhamdulillah bahwa banyak kran air di sepanjang jalan menuju Mina. Rasa syukur saya juga menemukan box makanan yg biasa dibagikan oleh orang kepada jamaah. Dalam box tersebut terdapat botol minuman yg baru, masih belum dibuka. Botol minum ini diperlukan agar dapat minum setiap saat dimana kran air tidak terlihat.
Perjalanan menanjak dan panasnya siang hari menyengat badan.
Kami melewati bangunan jamarat. Setelah itu saya agak kebingungan karena tidak ingat jalur untuk kembali ke maktab di Mina. Saya merasa bahwa saya kehilangan arah namun saya tetap berjalan.
Suatu saat saya melihat menara Masjid dekat maktab. Rasa syukur bahwa ternyata akhirnya perjalanan sudah hampir sampai. Tampaknya tadi saya memang salah jalan karena saya mencapai maktab dari sisi yg berbeda saat pertama kali masuk ke maktab Mina.
Tiba di maktab 29 Mina kurang lebih waktu Ashar. Saya mencoba beristirahat.
Maktab 29 ini adalah maktab kloter 80 jawa-barat yg kebetulan semua jamaahnya dari KBIH Daarut Tauhiid. Saya sendiri adalah jamaah kloter 83 yg maktabnya lumayan jauh.
Jamaah kloter 83 lain yg tadi langsung kembali ke maktab setelah jumrah Aqobah sudah pindah ke maktab 7.
Setelah koordinasi dengan salah satu Karom kloter 83 diputuskan kami akan pindah ke maktab 7 sebagai maktab untuk kloter 83 nanti setelah sholat Isya.
Setelah waktu sholat Isya kami berkumpul kira-kira 6 orang, diputuskan untuk mencari kendaraan untuk mencapai maktab 7. Kami mencoba ke kantor Daker Haji Indonesia di Mina. Di kantor ini, kami mendapat mobil ambulance yg akan menuju maktab 7. Rupanya banyak juga jamaah yg kesasar dan akan menuju maktab 7. Kami berdesakan di ambulance.
Akhirnya kami sampai di maktab 7 yg rupanya secara fisik ada diluar Mina. Hal ini menjadi pertanyaan jamaah. Namun kami mendapat informasi bahwa Mina telah diperlebar sampai ke daerah Muzdalifah dengan nama Mina jaddid.
Istirahat. Makan prasmanan, harus bersabar antri.
Mina dan Jumrah Aqobah
Di perbatasan Muzdalifah - Mina, banyak askar yg akan menahan jamaah dengan bawaan yg besar.
Jika tertahan askar, kami diberitahu agar mengatakan kepada mereka kami akan ke maktab; bukan ke langsung ke jamarat.
Tiba di Mina kurang lebih jam 8 pagi WAS.
Kami sementara akan menggunakan maktab 29 karena jarak yg cukup dekat dengan jamarat.
Istirahat sejenak. Mununggu koordinasi untuk waktu melempar jumrah.
Melempar jumrah Aqobah bagi jemaah yg tanazul segera akan dilaksanakan.
Menunggu Ustadz Wahab kembali dari melempar jumrah bersama jamaah yg menggunakan bus.
Segera setelah itu kami berangkat untuk melempar jumrah.
Lebih baik hanya membawa batu secukupnya; kurang lebih 10 - 14 kerikil.
Mengurangi bawaan seringan mungkin, antisipasi kepadatan jamaah melempar jumrah pada waktu yg afdhol ini.
Kami berkumpul di depan pintu keluar maktab dan langsung bergerak ke jamarat.
Keadaan agak cukup ramai selama perjalanan ke jamarat.
Sampai dekat jamarat jalur kami adalah ke lantai 2 tempat jamarat.
Melewati tempat jumrah 'Ula dan Wustha. Di tempat jumrah Aqobah terlihat ramai.
Keramaian ada di depan tempat jumrah. Jamaah agar tidak terpancing untuk ikut melempar jumrah di arah depan dinding jumrah.
Dengan cara melewati dahulu keramaian ini ternyata tempat jumrah bagian belakang tidak ramai.
Kami segera mendekati tembok pembatas dan hendaknya melempar jumrah tepat di tembok pembatas ini. Jangan melempar batu dari kejauhan.
Saya bersabar menunggu jamaah lain yg melempar jumrah di depan saya. Segera setelah dia selesai saya merapatkan badan ke pagar tembok pembatas.
Saya agak terburu-buru dalam melempar jumrah ini sehingga saya agak terlupa sudah berapa batu yg telah dilempar. Setelah yakin bahwa saya telah melempar lebih dari 7 batu kemudian saya keluar menjauh dari tempat jumrah.
Hendaknya jangan terburu-buru dalam melemparkan batu jumrah, lakukan dengan tenang.
Setelah itu segera menggunting rambut tanda tahallul awal telah selesai.
Alhamdulillah. Larangan ihram sudah batal semua kecuali bagi jamaah yg bersama suami/istri masih ada larangan berhubungan sexual.
Setelah melihat waktu yg ternyata masih cukup pagi, kurang lebih pukul 10 WAS.
Saya dengan beberapa jamaah lain memutuskan untuk segera tawaf ifadah dan sai sebagai tahallul tsani.
Walaupun dengan kondisi yg sudah sangat lelah, InsyaAllah diberi kekuatan olehNya agar dapat segera menyelesaikan tawaf ifadah.
Friday, January 25, 2008
Muzdalifah
Perjalanan menuju Muzdalifah mempunyai tantangan tersendiri.
Dimulai sebelum maghrib namun hari telah gelap.
Memotong jalan melalui semacam saluran air yg kering. Saluran ini kira-kira sedalam 3 atau 4 meter dengan lebar sekitar 150 meter namun hanya berisi pasir.
Beberapa kendaraan 4wheel drive melintas meninggalkan debu tebal berterbangan. Jemaah wajib menggunakan masker. Masker yg praktis adalah masker dengan karet yg dapat dilingkarkan ke telinga. Masker yg menggunakan pita yg perlu diikat dahulu lebih sulit dan repot digunakan.
Penerangan yg sangat minim di tambah tebalnya debu membuat jamaah agak sulit melihat bendera rombongan.
Setelah melewati kolong jembatan pertama kami menuju jembatan kedua. Aa' Gym memanjat dinding saluran maka jamaah mengikutinya. Dinding ini cukup terjal dengan kemiringan sekitar 30-40 derajat serta permukaan dinding yg halus membuat beberapa jamaah yg mencoba memanjat jadi melorot kembali ke bawah. Tanpa bantuan tarikan dari atas agak sulit mencapai atas dinding.
Setelah cukup banyak jamaah yg berhasil naik ternyata ada keraguan bahwa ini bukan jembatan yg semestinya kami naiki. Yg dituju adalah jalan pedestrian. Jalan dimana tdk ada kendaraan yg lewat, hanya jemaah yg berjalan kaki saja.
Sedangkan di atas jembatan ini banyak sekali kendaraan bus dan lainnya. Dengan bantuan GPS Aa' Gym memastikan bahwa ini bukan jalan yg benar. Dengan segera kami turun kembali ke bawah.
Tampaknya ada seorang jamaah yg tertinggal diatas dan terus berjalan di atas dinding saluran. Beliau akhirnya turun juga setelah kita panggil-panggil untuk turun.
Seseorang kembali menaiki dinding dekat jembatan berikutnya. Kami memanggilnya agar jangan naik dulu sebelum pasti bahwa itu jembatan yg benar. Akhirnya dia berteriak " Ini Aa' ... ini Aa' ... Ini jembatan yg betul ... Ini jalan pedestrian." Ternyata yg naik ke atas dinding adalah Aa' Gym. Pandangan di malam hari dengan sedikit sekali penerangan ditambah debu padang pasir kami tidak dapat mengenali beliau.
Maka kami naik ke atas dengan cara saling membantu. Yg sudah sampai ke atas menarik orang yg dibawah. Sampai di atas. Aa' Gym meminta agar dibentuk 1 tim pendahulu terdiri dari 20 (?) orang yg masih kuat untuk mendahului rombongan dan memilih tempat di Muzdalifah agar rombongan dapat berkumpul untuk bermalam.
Sepanjang jalan banyak sekali (betul-betul banyak sekali) jamaah lain yg bertanazul. Kepadatan ini membuat jamaah sulit melihat bendera rombongan walaupun banyak lampu jalan. Masing-masing berusaha agar tetap berkumpul di dekat bendera-bendera rombongan. Jemaah yg dapat berjalan lebih cepat harus menahan diri agar jemaah yg berjalan lebih lambat tidak tertinggal di belakang.
Sampai di tempat yg telah dipersiapkan tim pendahulu, kami menggelar tikar/sleeping-bag untuk tempat bermalam. Tempatnya di pinggir jalan tanpa tenda. Hotel bintang seribu karena kita bisa tidur sambil melihat banyaknya bintang di langit. Banyak orang lalu lalang di dekat tempat kami tidur. Sepertinya karena cukup kelalahan kami tdk memperdulikan orang yg lewat dan tetap dapat tidur. Sebelumnya jemaah sholat Maghrib dan Isya di jama'. Kemudian mengumpulkan 80 - 100 kerikil untuk jumrah.
Toilet agak sulit karena kepadatan jamaah lain yg juga bermalam di tempat yg sama.
Sekitar jam 2 kami bangun untuk tahajud dan bersiap untuk berangkat.
Disekitar kami sudah banyak tumpukan sampah karena banyaknya pejalan kaki sehingga sampah terbawa ke pinggir.
Tiba di perbatasan Muzdalifah-Mina kami berhenti untuk menunggu waktu shubuh dan sholat shubuh berjamaah.
Subscribe to:
Posts (Atom)