Jaman dahulu kala, orang baca koran perlu membeli korannya. Mau baca majalah beli majalahnya.
Model bisnis seperti ini akan terlindas oleh intenet. Di mana informasi, berita, cerita, buku, film dan musik dapat dengan mudah didapat secara gratis. Dapat terlihat secara jelas bisnis berita, koran, majalah, buku, film, musik model lama akan segera menghilang.
Sharing (berbagi) menjadi kekuatan besar dalam membangun bisnis. Freemium, jasa-jasa gratis dengan kualitas terbaik dari penyedia jasa akan dengan mudah menarik investor, suporter dan penyedia iklan. Konten berita, bahan pelajaran, teks-teks standar, film, musik akan tersebar dengan cepat dan gratis. Bagaimana cara menyebarkannya yang akan menarik secara finansial.
Tuesday, July 30, 2013
Saturday, June 22, 2013
Penjara Produktif
Dari obrolan ngalor-ngidul tentang hukuman koruptor yang masih jauh dari rasa keadilan masyarakat, timbul ide-ide gila tentang alternatif penjara.
Dari kaca-mata orang awam, Penjara tampak seperti :
1. sekolah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penghuninya dalam melakukan keahlian mereka. Sehingga lulusannya makin lihai dan mempunyai jaringan pertemanan yang makin luas.
2. kantor pusat bisnis yang sangat elit. Tidak ada gangguan dari berbagai pihak. Semua tamu terseleksi dengan ketat bahkan waktu bertamu sangat terbatas.
3. kawah candra dimuka bagi penghuni dengan modal fisik dan teritorial. Keluarannya pasti mendapat penghormatan lebih dari kawan-kawan sejawat sebagai seorang "survivor".
4. meningkatkan rating dan revitalisasi bagi selebriti yang sudah redup.
Dengan catatan bahwa semua biaya operasional Lembaga Penjara dibebankan dari uang rakyat, hasil pajak atau pinjaman luar negeri yang harus dibayar dengan tambahan bunga atau 'syarat' lain.
Sedangkan di pihak lain kurangnya suplai energi di negeri ini menyebabkan listrik sering byar-pet, habis terang terbitlah gelap, dan memperkaya Perusahaan Lilin Nasional. Sebagai salah satu jalan keluar dari tambahan suplai energi adalah memberdayakan penghuni Lapas.
Dengan modifikasi hukuman dan denda kemungkinan bisa membuat narapidana menjadi lebih produktif dan sehat. Sedangkan orang yang akan melakukan tindak kejahatan akan berfikir ulang.
Dengan mengganti lama hukuman dengan energi yang harus diproduksi oleh terhukum. Misalnya 100 Kilo Watt untuk 1 bulan penjara, 1 Mega Watt untuk 1 tahun penjara. Mungkin dengan memperhitungkan harga listrik dari PLN, hukuman denda yang berupa uang dapat diganti menjadi berapa Kilo Watt yang setara. Hal ini bisa menjadi produksi Lapas yang dapat dijual ke PLN sehingga operasional Lapas tidak bergantung pada APBN. Para napi harus mencapai target produksi energi sebelum dibebaskan.
Industri alat-alat pelatihan olah raga akan berkembang dan membuka banyak lapangan kerja. Sepeda statik atau treadmill dengan tambahan dinamo akan menjadi produk andalan. Industri instalasi listrik dan industri penyimpanan energi seperti produsen battery akan kebanjiran order.
Oke cukup ... mungkin sampai disini saja lamunan ini berhenti.
Sebenarnya ada solusi yang sangat efisien dilihat dari biaya dan efek sosialnya. Dahulu sebuah negara kota yang dipimpin oleh seorang Nabi memberlakukan hukum tanpa penjara. Madinah dan Mekkah menjadi contoh ideal bagi penduduknya dan seluruh umat manusia setelahnya.
Allohumasholi ala Muhammad.
Depok, Juni 2013
Dari kaca-mata orang awam, Penjara tampak seperti :
1. sekolah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penghuninya dalam melakukan keahlian mereka. Sehingga lulusannya makin lihai dan mempunyai jaringan pertemanan yang makin luas.
2. kantor pusat bisnis yang sangat elit. Tidak ada gangguan dari berbagai pihak. Semua tamu terseleksi dengan ketat bahkan waktu bertamu sangat terbatas.
3. kawah candra dimuka bagi penghuni dengan modal fisik dan teritorial. Keluarannya pasti mendapat penghormatan lebih dari kawan-kawan sejawat sebagai seorang "survivor".
4. meningkatkan rating dan revitalisasi bagi selebriti yang sudah redup.
Dengan catatan bahwa semua biaya operasional Lembaga Penjara dibebankan dari uang rakyat, hasil pajak atau pinjaman luar negeri yang harus dibayar dengan tambahan bunga atau 'syarat' lain.
Sedangkan di pihak lain kurangnya suplai energi di negeri ini menyebabkan listrik sering byar-pet, habis terang terbitlah gelap, dan memperkaya Perusahaan Lilin Nasional. Sebagai salah satu jalan keluar dari tambahan suplai energi adalah memberdayakan penghuni Lapas.
Dengan modifikasi hukuman dan denda kemungkinan bisa membuat narapidana menjadi lebih produktif dan sehat. Sedangkan orang yang akan melakukan tindak kejahatan akan berfikir ulang.
Industri alat-alat pelatihan olah raga akan berkembang dan membuka banyak lapangan kerja. Sepeda statik atau treadmill dengan tambahan dinamo akan menjadi produk andalan. Industri instalasi listrik dan industri penyimpanan energi seperti produsen battery akan kebanjiran order.
Oke cukup ... mungkin sampai disini saja lamunan ini berhenti.
Sebenarnya ada solusi yang sangat efisien dilihat dari biaya dan efek sosialnya. Dahulu sebuah negara kota yang dipimpin oleh seorang Nabi memberlakukan hukum tanpa penjara. Madinah dan Mekkah menjadi contoh ideal bagi penduduknya dan seluruh umat manusia setelahnya.
Allohumasholi ala Muhammad.
Depok, Juni 2013
Tuesday, May 21, 2013
Google Maps "baru"
Beberapa saat yang lalu, Google Maps mengalami update di semua alat penampil (device) seperti di desktop browser maupun di smart-phone. Tampak petanya terlihat lebih detil. Jalan-jalan kecil atau bahkan gang-gang di Jakarta dapat terlihat pada "zoom level" besar.
Masalah yang muncul dari update ini yang cukup mengganggu yaitu nama jalan banyak yang salah, misalnya : "Jalan Jakarta-Semarang-Demak" di sepanjang jalan tol dalam kota Jakarta.
Update :
Tampaknya pihak Google telah memperbaiki Maps dengan baik. Sudah banyak kesalahan yang telah diluruskan. Namun jika kita cukup teliti masih beberapa hal yang masih keliru. Terutama nama jalan yang tidak tepat.
Masalah yang muncul dari update ini yang cukup mengganggu yaitu nama jalan banyak yang salah, misalnya : "Jalan Jakarta-Semarang-Demak" di sepanjang jalan tol dalam kota Jakarta.
Update :
Tampaknya pihak Google telah memperbaiki Maps dengan baik. Sudah banyak kesalahan yang telah diluruskan. Namun jika kita cukup teliti masih beberapa hal yang masih keliru. Terutama nama jalan yang tidak tepat.
Inferno, Dan Brown
Agak kurang terasa memikat saat membacanya. Mungkin karena novel ini merupakan sequel yang kesekian dari Robert Langdon.
Kesannya seperti membaca buku Travel Guide beberapa kota tua di Eropa. Walaupun beberapa kalimat dari Devine Comedy karya Dante Alighieri dikutip sebagai inspirasi utama namun justru eksploitasi modifikasi lukisan mappa dell'inferno karya Botticelli jadi bagian penting dari cerita.
Sama dengan plot-plot Robert Langdon yang sebelumnya, dia harus memecahkan teka-teki simbol-simbol tertentu dan pergi ke suatu tempat untuk menemukan teka-teki lain. Dengan ditemani oleh gadis cantik yang pintar dan selalu dikejar-kejar oleh beberapa pihak keamanan atau pembunuh bayaran. Juga tenggat waktu yang singkat memompa ketegangan cerita.
Bagi yang telah mengetahui atau pernah jalan-jalan di kota-kota tua yang pernah menjadi pusat kebudayaan Eropa disekitar tahun abad 14 dan 15 rasanya agak lebih mudah ditebak kemana saja alur cerita dibawa.
Beberapa poin yang kurang kuat adalah :
- kemampuan Consortium atau "the provost" dalam membereskan "masalah",
- cerita mengenai SF2080,
- peran Ferris.
Akhir yang melandai juga kurang bersemangat dalam menyelesaikan cerita.
Jakarta/Depok, Mei 2013
Kesannya seperti membaca buku Travel Guide beberapa kota tua di Eropa. Walaupun beberapa kalimat dari Devine Comedy karya Dante Alighieri dikutip sebagai inspirasi utama namun justru eksploitasi modifikasi lukisan mappa dell'inferno karya Botticelli jadi bagian penting dari cerita.
Sama dengan plot-plot Robert Langdon yang sebelumnya, dia harus memecahkan teka-teki simbol-simbol tertentu dan pergi ke suatu tempat untuk menemukan teka-teki lain. Dengan ditemani oleh gadis cantik yang pintar dan selalu dikejar-kejar oleh beberapa pihak keamanan atau pembunuh bayaran. Juga tenggat waktu yang singkat memompa ketegangan cerita.
Bagi yang telah mengetahui atau pernah jalan-jalan di kota-kota tua yang pernah menjadi pusat kebudayaan Eropa disekitar tahun abad 14 dan 15 rasanya agak lebih mudah ditebak kemana saja alur cerita dibawa.
Beberapa poin yang kurang kuat adalah :
- kemampuan Consortium atau "the provost" dalam membereskan "masalah",
- cerita mengenai SF2080,
- peran Ferris.
Akhir yang melandai juga kurang bersemangat dalam menyelesaikan cerita.
Jakarta/Depok, Mei 2013
Sunday, April 07, 2013
Ikhlas
Ikhlas merupakan salah satu rahasia Alloh SWT terhadap semua amal makhlukNya.
Banyak definisi tentang ikhlas yang dapat kita dengar atau baca dari berbagai sumber. Kita dapat berusaha dengan sekuat tenaga agar tingkatan ikhlas tercapai. Namun, bagaimana kita tahu nilai keikhlasan kita?
Banyak himbauan agar kita berbuat baik sesering mungkin dan berulang-ulang. Dimulai dengan hal baik yang mudah dilaksanakan. Hal-hal kecil yang mudah dan murah dilakukan seperti : senyum, salam dan sapa. Atau infaq/shodaqoh sekecil apapun namun dilakukan setiap hari dalam kondisi apapun (kaya atau miskin).
Yang perlu digarisbawahi adalah kata "sering" dan "berulang-ulang". Mengapa hal ini begitu penting ?
Karena kita sendiri yang melakukan amal sholeh tidak mengetahui nilai keikhlasan perbuatan kita. Bisa jadi hanya satu dari ribuan kali perbuatan baik kita yang dinilai ikhlas oleh Alloh SWT. Namun yang "satu" itu bisa jadi lebih bernilai dari dari ribuan amal kita yang lain. Bisa jadi pahala yang "satu" itu dapat menutupi ribuan riya kita yang lain. Wallahu a'lam bi showab.
Banyak definisi tentang ikhlas yang dapat kita dengar atau baca dari berbagai sumber. Kita dapat berusaha dengan sekuat tenaga agar tingkatan ikhlas tercapai. Namun, bagaimana kita tahu nilai keikhlasan kita?
Banyak himbauan agar kita berbuat baik sesering mungkin dan berulang-ulang. Dimulai dengan hal baik yang mudah dilaksanakan. Hal-hal kecil yang mudah dan murah dilakukan seperti : senyum, salam dan sapa. Atau infaq/shodaqoh sekecil apapun namun dilakukan setiap hari dalam kondisi apapun (kaya atau miskin).
Yang perlu digarisbawahi adalah kata "sering" dan "berulang-ulang". Mengapa hal ini begitu penting ?
Karena kita sendiri yang melakukan amal sholeh tidak mengetahui nilai keikhlasan perbuatan kita. Bisa jadi hanya satu dari ribuan kali perbuatan baik kita yang dinilai ikhlas oleh Alloh SWT. Namun yang "satu" itu bisa jadi lebih bernilai dari dari ribuan amal kita yang lain. Bisa jadi pahala yang "satu" itu dapat menutupi ribuan riya kita yang lain. Wallahu a'lam bi showab.
Friday, April 05, 2013
Khutbah Jum'at
Agak membuat kesal jika ada jamaah di sebelah Anda yang asyik membaca berita atau ber-Facebook ria pada saat khutbah jum'at berlangsung.
Mungkin ada perlu penambahan dari announcer sebelum Sholat Jum'at. Tidak hanya mengingatkan jamaah untuk membuat handphone-nya menjadi silent juga untuk tidak menggunakan / bermain handphone pada saat khutbah jum'at.
Mungkin ada perlu penambahan dari announcer sebelum Sholat Jum'at. Tidak hanya mengingatkan jamaah untuk membuat handphone-nya menjadi silent juga untuk tidak menggunakan / bermain handphone pada saat khutbah jum'at.
Tuesday, March 19, 2013
Khusuk
Sepertinya khusuk itu adalah usaha kita untuk khusuk yang tidak mengurangi kekhusukan orang lain.
Sikat Gigi
Salah satu cerita sukses dalam bidang pemasaran adalah merubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi.
Awalnya tahun 1900 pembuat produk pasta gigi merek Pepsodent berusaha mendekati Claude C. Hopkins untuk membantu pemasaran produk ini. Sebelumnya Hopkins telah sukses mengiklankan bir Schlitz, sabun Palmolive, Quaker Oats, Goodyear dan lain-lain.
Karena belum melihat cara yang jitu untuk mengiklankan Pepsodent, Hopkins ragu untuk membantu. Padahal di waktu itu tingkat kesehatan gigi masyarakat Amerika masih buruk. Bahkan saat pengerahan warga untuk ikut Perang Dunia Pertama, banyak calon tentara yang mempunya gigi yang rusak sehingga dinyatakan bahwa tingkat kesehatan gigi masyarakat telah mengurangi tingkat keamanan nasional Amerika. Namun telah banyak penjual langsung pasta gigi dari rumah ke rumah. Dan sebagian besar dari mereka kemudian bangkrut.
Sampai saat Hopkins mendapat ide setelah membaca buku-buku kesehatan gigi yang tebal-tebal. Salah satu buku tersebut menyatakan bahwa ada satu lapisan di gigi (the film) yang mengurangi kecemerlangan gigi. Lapisan ini membuat gigi terlihat buram. Hal ini yang segera diekploitasi oleh Hopkins.
Kenyataan bahwa lapisan gigi ini mudah dihilangkan, bahkan hanya dengan makan apel atau menggosok gigi dengan jari atau kumur-kumur dengan kuat. Pasta gigi apapun sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian bahwa pasta gigi tidak berguna dalam membantu membersihkan lapisan gigi. (William J. Gies dalam "Experimental Studies of the Validity of Advertised Claims for Products of Hygiene or Dental Therapeutics", Jurnal of Dental Research 2 [September 1920]:511-29)
Kesuksesan Hopkins adalah membentuk kebiasaan masyarakat dalam iklannya.
"Rasakan bagian depan gigi Anda dengan lidah. Itulah lapisan gigi, itulah yang membuat warna gigi Anda buruk dan mengakibatkan kerusakan."
"Lihat gigi indah ada di mana-mana."
"Jutaan orang telah melakukan gosok gigi. Mengapa ada wanita dengan lapisan di giginya. Pepsodent akan membersihkan lapisan gigi itu."
Dengan adanya acuan yang sangat mudah yaitu lapisan gigi, semua orang pasti merasakannya baik tua maupun muda. Dan siapa yang tidak mau menjadi lebih cantik hanya dengan senyum dengan gigi yang lebih bersinar.
Dengan pola acuan -> aksi -> hasil yang sangat mudah dan cepat yaitu :
lapisan gigi (acuan) -> gosok gigi dengan pasta gigi (aksi) -> gigi terlihat lebih bersih (hasil). Iklan Pepsodent meluncur dalam tiga minggu saja telah membuat produksinya tidak mencukupi jumlah permintaan. Dalam tiga tahun sukses yang sama terjadi di Spanyol, Jerman dan China. Dalam dekade pertama Pepsodent menjadi produk top-selling di dunia. Dan tetap menjadi top-selling di Amerika selama 30 tahun.
Jika produk ini sebenarnya tidak membantu membersihkan lapisan gigi lalu mengapa tetap saja menjadi produk yang hebat ?
Perbedaan dari pasta gigi yang lain adalah adanya penambahan rasa "mint". Pasta gigi pada saat itu umumnya terasa hambar. Sehingga segera setelah bergosok gigi dengan Pepsodent penggunanya langsung merasakan bahwa dia telah bergosok gigi. Disamping hasil gosok gigi yang langsung terlihat, gigi menjadi lebih "terang", bersih dan licin, namun juga lebih terasa. Rasa mint juga memberikan efek kesegaran dalam mulut. Tambahan "mint" ini akhirnya diikuti oleh pasta gigi merk lainnya.
(Cuplikan dari buku : The power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business, Charles Duhigg, 2012)
Awalnya tahun 1900 pembuat produk pasta gigi merek Pepsodent berusaha mendekati Claude C. Hopkins untuk membantu pemasaran produk ini. Sebelumnya Hopkins telah sukses mengiklankan bir Schlitz, sabun Palmolive, Quaker Oats, Goodyear dan lain-lain.
Karena belum melihat cara yang jitu untuk mengiklankan Pepsodent, Hopkins ragu untuk membantu. Padahal di waktu itu tingkat kesehatan gigi masyarakat Amerika masih buruk. Bahkan saat pengerahan warga untuk ikut Perang Dunia Pertama, banyak calon tentara yang mempunya gigi yang rusak sehingga dinyatakan bahwa tingkat kesehatan gigi masyarakat telah mengurangi tingkat keamanan nasional Amerika. Namun telah banyak penjual langsung pasta gigi dari rumah ke rumah. Dan sebagian besar dari mereka kemudian bangkrut.
Sampai saat Hopkins mendapat ide setelah membaca buku-buku kesehatan gigi yang tebal-tebal. Salah satu buku tersebut menyatakan bahwa ada satu lapisan di gigi (the film) yang mengurangi kecemerlangan gigi. Lapisan ini membuat gigi terlihat buram. Hal ini yang segera diekploitasi oleh Hopkins.
Kenyataan bahwa lapisan gigi ini mudah dihilangkan, bahkan hanya dengan makan apel atau menggosok gigi dengan jari atau kumur-kumur dengan kuat. Pasta gigi apapun sebenarnya tidak membantu membersihkan gigi. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian bahwa pasta gigi tidak berguna dalam membantu membersihkan lapisan gigi. (William J. Gies dalam "Experimental Studies of the Validity of Advertised Claims for Products of Hygiene or Dental Therapeutics", Jurnal of Dental Research 2 [September 1920]:511-29)
Kesuksesan Hopkins adalah membentuk kebiasaan masyarakat dalam iklannya.
"Rasakan bagian depan gigi Anda dengan lidah. Itulah lapisan gigi, itulah yang membuat warna gigi Anda buruk dan mengakibatkan kerusakan."
"Lihat gigi indah ada di mana-mana."
"Jutaan orang telah melakukan gosok gigi. Mengapa ada wanita dengan lapisan di giginya. Pepsodent akan membersihkan lapisan gigi itu."
Dengan adanya acuan yang sangat mudah yaitu lapisan gigi, semua orang pasti merasakannya baik tua maupun muda. Dan siapa yang tidak mau menjadi lebih cantik hanya dengan senyum dengan gigi yang lebih bersinar.
Dengan pola acuan -> aksi -> hasil yang sangat mudah dan cepat yaitu :
lapisan gigi (acuan) -> gosok gigi dengan pasta gigi (aksi) -> gigi terlihat lebih bersih (hasil). Iklan Pepsodent meluncur dalam tiga minggu saja telah membuat produksinya tidak mencukupi jumlah permintaan. Dalam tiga tahun sukses yang sama terjadi di Spanyol, Jerman dan China. Dalam dekade pertama Pepsodent menjadi produk top-selling di dunia. Dan tetap menjadi top-selling di Amerika selama 30 tahun.
Jika produk ini sebenarnya tidak membantu membersihkan lapisan gigi lalu mengapa tetap saja menjadi produk yang hebat ?
Perbedaan dari pasta gigi yang lain adalah adanya penambahan rasa "mint". Pasta gigi pada saat itu umumnya terasa hambar. Sehingga segera setelah bergosok gigi dengan Pepsodent penggunanya langsung merasakan bahwa dia telah bergosok gigi. Disamping hasil gosok gigi yang langsung terlihat, gigi menjadi lebih "terang", bersih dan licin, namun juga lebih terasa. Rasa mint juga memberikan efek kesegaran dalam mulut. Tambahan "mint" ini akhirnya diikuti oleh pasta gigi merk lainnya.
(Cuplikan dari buku : The power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business, Charles Duhigg, 2012)
Thursday, November 15, 2012
Hadits Bukhari
6. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin 'Abbas telah mengabarkan kepadanya bahwa Abu Sufyan bin Harb telah mengabarkan kepadanya; bahwa Heraclius menerima rombongan dagang Quraisy, yang sedang mengadakan ekspedisi dagang ke Negeri Syam pada saat berlakunya perjanjian antara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Saat singgah di Iliya' mereka menemui Heraclius atas undangan Heraclius untuk di diajak dialog di majelisnya, yang saat itu Heraclius bersama dengan para pembesar-pembesar Negeri Romawi. Heraclius berbicara dengan mereka melalui penerjemah. Heraclius berkata; "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan keluarganya dengan orang yang mengaku sebagai Nabi itu?." Abu Sufyan berkata; maka aku menjawab; "Akulah yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan dia". Heraclius berkata; "Dekatkanlah dia denganku dan juga sahabat-sahabatnya." Maka mereka meletakkan orang-orang Quraisy berada di belakang Abu Sufyan. Lalu Heraclius berkata melalui penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku bertanya kepadanya tentang lelaki yang mengaku sebagai Nabi. Jika ia berdusta kepadaku maka kalian harus mendustakannya."Demi Allah, kalau bukan rasa malu akibat tudingan pendusta yang akan mereka lontarkan kepadaku niscaya aku berdusta kepadanya." Abu Sufyan berkata; Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku tentangnya (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) adalah: "bagaimana kedudukan nasabnya ditengah-tengah kalian?" Aku jawab: "Dia adalah dari keturunan baik-baik (bangsawan) ". Tanyanya lagi: "Apakah ada orang lain yang pernah mengatakannya sebelum dia?" Aku jawab: "Tidak ada". Tanyanya lagi: "Apakah bapaknya seorang raja?" Jawabku: "Bukan". Apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Jawabku: "Bahkan yang mengikutinya adalah orang-orang yang rendah". Dia bertanya lagi: "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?" Aku jawab: "Bertambah". Dia bertanya lagi: "Apakah ada yang murtad disebabkan dongkol terhadap agamanya?" Aku jawab: "Tidak ada". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian pernah mendapatkannya dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya itu?" Aku jawab: "Tidak pernah". Dia bertanya lagi: "Apakah dia pernah berlaku curang?" Aku jawab: "Tidak pernah. Ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu". Berkata Abu Sufyan: "Aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini". Dia bertanya lagi: "Apakah kalian memeranginya?" Aku jawab: "Iya". Dia bertanya lagi: "Bagaimana kesudahan perang tersebut?" Aku jawab: "Perang antara kami dan dia sangat banyak. Terkadang dia mengalahkan kami terkadang kami yang mengalahkan dia". Dia bertanya lagi: "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?" Aku jawab: "Dia menyuruh kami; 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kalian. ' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim". Maka Heraclius berkata kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya, bahwa aku telah bertanya kepadamu tentang keturunan orang itu, kamu ceritakan bahwa orang itu dari keturunan bangsawan. Begitu juga laki-laki itu dibangkitkan di tengah keturunan kaumnya. Dan aku tanya kepadamu apakah pernah ada orang sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya, kamu jawab tidak. Seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Aku tanyakan juga kepadamu apakah bapaknya ada yang dari keturunan raja, maka kamu jawab tidak. Aku katakan seandainya bapaknya dari keturunan raja, tentu orang ini sedang menuntut kerajaan bapaknya. Dan aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak. Sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Dan aku juga telah bertanya kepadamu, apakah yang mengikuti dia orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang rendah?" Kamu menjawab orang-orang yang rendah yang mengikutinya. Memang mereka itulah yang menjadi para pengikut Rasul. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah bertambah pengikutnya atau berkurang, kamu menjawabnya bertambah. Dan memang begitulah perkara iman hingga menjadi sempurna. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah ada yang murtad disebabkan marah terhadap agamanya. Kamu menjawab tidak ada. Dan memang begitulah iman bila telah masuk tumbuh bersemi di dalam hati. Aku juga sudah bertanya kepadamu apakah dia pernah berlaku curang, kamu jawab tidak pernah. Dan memang begitulah para Rasul tidak mungkin curang. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Seandainya semua apa yang kamu katakan ini benar, pasti dia akan menguasai kerajaan yang ada di bawah kakiku ini. Sungguh aku telah menduga bahwa dia tidak ada diantara kalian sekarang ini, seandainya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya pasti aku akan basuh kedua kakinya. Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para Penguasa Negeri Bashrah, Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah". Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; "sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi."Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh." Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu di khitan semuanya." Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setarf dengan Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar dari Az Zuhri. Disalin dari Aplikasi Hadits Bukhari untuk Android. https://play.google.com/store/apps/details?id=id.web.mige.hadits4m
Wednesday, April 18, 2012
Malu
Mudah sekali terjerumus ke dalam jebakan "pamer".
Karena banyak ibadah yang sebaiknya dilakukan berjamaah.
Sebenarnya malu aku dilihat orang karena sering tak berkualitas.
@Depok
Buah kesabaran
Biasanya orang yang sabar mendapatkan apa yang diinginkannya.
Namun ada efek samping yang mengejutkan yaitu cepatnya waktu berlalu sehingga tak sadar sudah dekat akhir waktu.
@Depok
Namun ada efek samping yang mengejutkan yaitu cepatnya waktu berlalu sehingga tak sadar sudah dekat akhir waktu.
@Depok
Thursday, March 25, 2010
one of my best
so much ado nothing
just watching people sit or passing by around me
if i have it all
why should ask for more
if everything is perfect
why should i change
may i just say thank you to the most giver
just watching people sit or passing by around me
if i have it all
why should ask for more
if everything is perfect
why should i change
may i just say thank you to the most giver
Monday, July 07, 2008
Kenyang Rendang
Lidah tak bertulang ...
Pena lebih tajam dari pedang ...
Banyak perih-bahasa tak berundang ...
Sudah lama beredar di kalangan ...
Sejarah berulang ...
Bicara asal dendang ...
Tangan tak lelah berperang ...
Kaki asal menendang ...
Akal tak diperpanjang ...
Penting perut kenyang ...
Enak makan rendang ...
Kriuk-kriuk bunyi krupuk udang
Depok, 7 Jul 08.
-yglaparbolehmakansiang-
Pena lebih tajam dari pedang ...
Banyak perih-bahasa tak berundang ...
Sudah lama beredar di kalangan ...
Sejarah berulang ...
Bicara asal dendang ...
Tangan tak lelah berperang ...
Kaki asal menendang ...
Akal tak diperpanjang ...
Penting perut kenyang ...
Enak makan rendang ...
Kriuk-kriuk bunyi krupuk udang
Depok, 7 Jul 08.
-yglaparbolehmakansiang-
Sunday, March 02, 2008
Api Dingin
Kadang hanya bara
Kadang berkobar menyambar-nyambar
Namun hangatnya selalu membuatku ingin mendekat
Tidak biasanya ... kali ini api ini dingin
Mengalir seperti air wudhu waktu shubuh
Membasuh semangat
Dialah yang bisa mendinginkan api
Hanya Dia
Blogged with Flock
Wednesday, February 27, 2008
Madinah I
Sholawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
Madinah tampak lebih tenang dibandingkan dengan Mekkah.
Walaupun suhu sangat dingin mencekam namun suasana hangat terasa dalam hati. Serasa tiba di"rumah", hommy sekali.
Bersama jamaah lain kami bersemangat melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nabawi dalam rangka mengejar "arbain".
Walaupun ada pendapat bahwa "arbain" ini adalah sunnah yg hanya didukung hadits yg lemah namun kami tidak mau melewatkan sholat berjamaah di Masjidil Haram di Madinah. Masjid Nabawi tetap disebut Masjidil Haram di Madinah.
Haramain berarti dua tempat haram yaitu Masjidil Haram di Mekkah & di Madinah.
Jarak yg cukup "dekat" menjadi penyemangat untuk kami bolak-balik ke Masjid.
Salah satu yg dikejar oleh jamaah adalah kesempatan sholat di "taman-syurga" Raudhatul Jannah . Tempat yg mustajab bagi orang yang bermunajat.
Bagi jamaah laki-laki setiap saat kita dapat mencoba untuk ke Raudhah. Dengan cukup kesabaran kita dapat sholat dan sedikit waktu untuk berdoa di Raudhah. Kita harus sabar mengantri berdesakan namun masih dalam batas kewajaran saya dalam usaha memasuki Raudhah. Tidak harus mendzolimi saudara kita yg lain, hanya antri berdesakan.
Sholat dan berdoa secukupnya jangan terlalu lama. Insya'Allah dengan kita memberi kesempatan orang lain berdoa di Raudhah, doa kita lebih mustajab lagi.
"Assalamu'alaikum Yaaa Rasulullah"
"Assalamu'alaikum Yaaa Nabiyullah"
"Assalamu'alaikum Yaaa Habibullah"
"Salam dan sholawat kepada kekasihNya, nabi, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan semua sahabatnya" setiap kali kita melewati makam beliau.
Perasaan bercampur aduk, senang bisa berada di "rumah" beliau, sedih karena waktu yg sangat singkat untuk beramah-tamah dengan beliau.
Friday, February 08, 2008
Perjalanan Mekkah - Madinah
Setelah Sholat Jum'at di Masjid Al-Ijabah kami segera makan siang dan bersiap untuk berangkat ke Madinah.
Persiapan koper sudah dilakukan kemarin malam. Karena hari ini kami tawaf wada dan sholat jum'at tidak ada kegiatan lain lagi selain persiapan pengumpulan koper dan barang tentengan ke Madinah.
Perjalanan mulai tepat waktu Ashar, saya sendiri sudah sholat Ashar jama' taqdim.
Terlihat bekas banjir di jalan-jalan yg kami lalui. Hujan tadi pagi ternyata cukup luas.
Udara mulai terasa dingin. Perjalanan diperkirakan sekitar 5-6 jam. Sepanjang perjalanan radio di bus kami mengumandangkan Al-Qur'an atau pengajian dari Ustadz yg sayangnya kami tdk mengerti.
Dingin yg mencekam dan tempat duduk yg sempit membuat beberapa jamaah mulai merasa ingin buang air kecil. Kami berhenti di SPBU. Dengan segera kami mencari toilet.
Ternyata udara diluar lebih dingin daripada di dalam bus, angin berhembus cukup kencang. Alhamdulillah ada restaurant menjual teh susu panas.
Mendekati Madinah, bentuk rumah-rumahnya berbeda dengan di Mekkah. Di Madinah rumah-rumah memiliki pagar yg agak tinggi. Walaupun jarak dari pagar ke tembok rumah hanya 1-2 meter. Satu rumah dengan rumah lain agak terpisah.
Kami tiba di Maktab Madinah sekitar pukul 10 malam WAS. Dingin dan angin terasa menusuk hidung. Kembali pengaturan kopor dan air zam-zam agak kurang terkoordinasi.
Kami mendapat kamar yg berisi 11 (sebelas) orang, dengan 1 kamar mandi/toilet.
Segera kami menuju Masjid Nabawi untuk sholat Maghrib jama' takhir Isya.
Tidak lupa mengenakan surban untuk melindungi kepala & hidung dari dingin dan angin.
Wednesday, February 06, 2008
Tawaf Wada
Kami Tawaf wada tanggal 11 Januari 2008, hari Jum'at.
Dengan rencana kami akan ke Masjidil Haram jam 3 pagi WAS, untuk sholat tahajud, sholat shubuh, sholat syuruq, dhuha dan kemudian terakhir tawaf wada.
Ternyata Allah SWT memberikan berkah kepada Kota Mekkah berupa hujan deras dari sekitar jam 3 pagi sampai menjelang shubuh jam 5.
Normalnya beberapa hari setelah lebaran haji biasanya hujan, namun sampai 2 minggu setelah Idhul Adha masih belum turun hujan di Mekkah. Hingga Imam Masjidil Haram mengajak jamaah untuk ikut sholat istisqa. Alhamdulillah beberapa hari kemudian hujan turun yaitu pada pagi hari ini.
Kami dengan sabar menunggu sampai hujan reda. Beberapa lama hujan mulai, jalan di depan maktab kami mulai terlihat banjir. Terlihat seperti sungai dengan air yg cukup deras, dengan kedalaman sekitar semata kaki atau lebih.
Menjelang waktu shubuh hujan mereda, gerimis tipis-tipis, suhu yg biasanya cukup dingin tanpa hujan kali ini semakin dingin.
Setelah azan shubuh terdengar kami berjalan menuju Masjid Al-Ijabah, sepanjang jalan terlihat pasir, kerikil dan batu yg terbawa banjir tadi sehingga agak sulit kami memilih pijakan.
Setelah sholat shubuh kami kembali ke maktab dan ternyata sebagian dari jamaah telah siap menuju ke Haram.
Kami menuju jalan raya, menunggu mobil yg mau mengangkut kami ke Haram.
Sepanjang jalan terlihat gundukan pasir dan batu berserakan.
Kami turun di dekat pintu keluar Marwah. Kelihatannya banyak toko di Pasar Seng yg bocor sehingga barang dagangannya basah. Banyak buku yg di keluarkan dari tokonya.
Kami masuk ke Masjidil Haram sekitar jam 6:45 WAS. Saya harus buang air kecil & berwudhu. Masuk ke pintu Marwah, terus menuju pelataran Ka'bah.
Cuaca cukup mendung namun sudah mulai terang. Saya sholat sunnah. Sholat tahiyatul masjid, sholat syuruq, sholat dhuha dan sholat tasbih. Terasa sekali beratnya untuk meninggalkan ka'bah. Air mata tak terbendung mengalir. Berharap kepada Allah SWT agar dapat diberikan kesempatan untuk kembali berkunjung ke Baitullah ini. Kembali lagi ....
Ternyata gerimis mulai sedikit deras.
Saya mengurungkan niat untuk tawaf wada di pelataran ka'bah.
Saya melihat ke lantai 2 masjid. Terlihat kosong.
Saya berpikir bahwa tawaf wada ini harus saya isi dengan sebanyak mungkin dzikir dan saya tidak mau cepat-cepat selesai dalam tawaf wada. Jarak yg jauh mudah-mudah dapat membantu kekhusukan tawaf.
Segera saya naik ke lantai dua. Ternyata tangga ke lantai dua basah. Ada kebocoran di Masjid dekat tangga hingga airnya mengalir membanjiri tangga.
Dengan hati-hati saya meniti pinggir tangga dengan berpegangan karena tangga menjadi sangat licin.
Lantai dua benar-benar kosong, hampir-hampir saja saya takut melakukan tawaf. Namun saya serahkan ketakutan saya kepada Allah SWT semata. Mohon perlindungan kepadaNya. Saya mulai tawaf wada.
Berat sekali untuk meninggalkan Haram, kembali air mata mengalir dalam tawaf saya. Bersyukur hampir tidak ada orang yg melihat kondisi saya.
Berulang-ulang saya memohon kepada Allah SWT agar berkesempatan kembali untuk menghajikan orang tua. Doa-doa lain menjadi lebih terasa dalam.
Semakin mendekati akhir tawaf berat tidak hanya terasa di hati, sampai-sampai kaki ini berat melangkah enggan mengakhiri tawaf.
Akhir tawaf, kami sholat diantara pintu Ka'bah dan maqam Ibrahim.
Berulang-ulang doa kami adalah mohon diizinkan untuk dapat kembali ke Masjidil Haram.
Wednesday, January 30, 2008
Surban
Bagi kaum laki-laki pakaian gamis berwarna putih sepertinya adalah pakaian wajib bagi orang arab Mekkah.
Saya sendiri berniat mau membeli namun berpikir dua kali karena saya pikir saya tidak akan mengenakannya di Indonesia. Mubazir.
Satu lagi pakaian yg sering dikenakan laki-laki adalah surban. Surban ini berbentuk persegi-panjang namun selalu digunakan terlipat dua menjadi bentuk segi-tiga. Dikenakan dengan cara diletakkan diatas kepala dengan atau tanpa kopiah.
Setelah mengenal cuaca di Mekkah, saya baru menyadari bahwa mashaghi/yashmaghi (surban) ini benar-benar multi fungsi. Bukan hanya sebagi asesoris pakaian saja. Surban ini menahan dinginnya angin di waktu shubuh, menahan panas di waktu siang/sore hari, sebagai masker penutup hidung dari debu atau dinginnya cuaca. Jika tidak dipakai di kepala bisa sebagai alas sujud. Surban ini menjaga agar kepala, telinga, leher dan/atau hidung agar tetap hangat (tidak panas/dingin).
Harga surban ini bervariasi, dari yg murah 10 real, sampai ratusan real untuk surban dengan merek terkenal (merek designer Italia/Prancis).
Yg murah biasanya dari China, sedangkan yg agak mahal buatan local, India atau Eropa.
Saya kira tidak rugi untuk membeli 2 atau lebih surban ini. Harap diperhatikan ukurannya ada yg kecil, yg sedang 55 inchi atau yg besar 60an inchi.
Saya sendiri berniat mau membeli namun berpikir dua kali karena saya pikir saya tidak akan mengenakannya di Indonesia. Mubazir.
Satu lagi pakaian yg sering dikenakan laki-laki adalah surban. Surban ini berbentuk persegi-panjang namun selalu digunakan terlipat dua menjadi bentuk segi-tiga. Dikenakan dengan cara diletakkan diatas kepala dengan atau tanpa kopiah.
Setelah mengenal cuaca di Mekkah, saya baru menyadari bahwa mashaghi/yashmaghi (surban) ini benar-benar multi fungsi. Bukan hanya sebagi asesoris pakaian saja. Surban ini menahan dinginnya angin di waktu shubuh, menahan panas di waktu siang/sore hari, sebagai masker penutup hidung dari debu atau dinginnya cuaca. Jika tidak dipakai di kepala bisa sebagai alas sujud. Surban ini menjaga agar kepala, telinga, leher dan/atau hidung agar tetap hangat (tidak panas/dingin).
Harga surban ini bervariasi, dari yg murah 10 real, sampai ratusan real untuk surban dengan merek terkenal (merek designer Italia/Prancis).
Yg murah biasanya dari China, sedangkan yg agak mahal buatan local, India atau Eropa.
Saya kira tidak rugi untuk membeli 2 atau lebih surban ini. Harap diperhatikan ukurannya ada yg kecil, yg sedang 55 inchi atau yg besar 60an inchi.
Mekkah
Maktab 133 terletak di daerah Ma'abdah di Jalan Masjid Al-ijabah.
Masjid terdekat adalah Masjid Jami' Al-ijabah sekitar 100 meter dari maktab.
Masjid Malik Abdul Aziz terletak di seberang jalan dari Masjid Al-ijabah.
Pulang dari Mina saya dan banyak jamaah lain yg terserang flu, pilek dan atau batuk.
Beruntung bahwa kami sudah diberikan obat flu oleh Dep-Kes waktu di Asrama Haji Bekasi. Namun sampai habis dua strip (8 tablet) tetap saja saya masih pilek. Kami akhirnya berobat ke dokter kloter. Kami diberikan obat flu dan vitamin. Beberapa hari kemudian flu agak reda namun kemudian flu kembali lagi.
Keadaan cuaca di Mekkah berangin dan di Masjidil Haram banyak sekali kipas angin dengan kekuatan besar, diharapkan jamaah menjaga kondisi kesehatan.
Pagi hari suhu terasa dingin dan berangin. Sedangkan siang, sore dan malam cukup hangat.
Pilihan makanan.
Kebetulan ada orang Indonesia yg tinggal di dekat maktab kami yg berjualan makanan Indonesia, walaupun berjualan secara sembunyi-sembunyi di rumahnya.
Toko kelontong ada 3 di dekat maktab. Dua rumah makan Indonesia juga ada kira-kira 500 meter dan 1 km dari maktab ke arah Haram, lainnya ada di sekitar Haram. Makanan lain seperti burger-(kambing/ayam), kebab, ayam broast, martabak india, es-krim banyak tersebar di sekitar Haram. Bakso Si Doel dan mie-bakso lainnya juga ada.
Harga kurang lebih:
- Kebab 3 real
- Hamburger 3 real tanpa isi kentang, 4 real dengan isi kentang.
- kentang goreng 2 - 3 real
- Ayam broast 11 real dengan porsi untuk 3 -4 orang.
- Bakso 10 atau 11 real
- Nasi putih 1 atau 2 real
- lauk pauk 1 atau 2 real
- sayur 1 atau 2 real
- minuman ringan, air putih 1 real
- es-krim 2 real
Beberapa hari kami sarapan roti hotdog dicelup dgn kopi atau dioles madu.
Terima kasih untuk Pak Haji Marsudi sebagai supplier roti dan Pak Haji Ario untuk madunya. Penjual di toko kelontong ini kelihatannya berubah-ubah tergantung mood, kadang 1 real bisa dapat 4, 6, bahkan 12 potong roti.
Fast food tersedia di beberapa tempat seperti KFC, Kudu, Hardees, Burger-King dll. Rata-rata 1 paket 15 - 20 real.
Tempat belanja favorit : Pasar Seng !!! , Sofitel (skrg Mekkah Royal), Hilton, Abraj Al-Bait (baru selesai dibangun) dan di toko-toko sepanjang jalan pulang-pergi maktab-Haram. Supermarketnya bernama Bin-Dawood. Satu toko yg terkenal jual barang murah di daerah Hujun dengan nama Toko Bawazir.
Banyak toko-toko dengan harga yg pasti. Semua barang 2 real, atau semua barang 10 real, biasanya barang-barang untuk souvenir/hadiah.
Saya sendiri berburu beberapa macam barang :
- minyak wangi. banyak sekali penjual dan jenisnya hingga sulit menentukan qualitasnya.
Saya lebih memilih membelinya di toko yg spesial menjual minyak wangi di Hilton. Mahal sedikit namun agak terjamin qualitasnya (??).
Atau beli parfum branded di Jeddah di Toko Ali Murah.
- sajadah. Yg saya cari adalah sajadah yg sepolos mungkin tanpa ada gambar dan hanya satu warna. Namun sajadah seperti ini tidak saya jumpai. Yg saya dapat hanya sajadah dengan motif kulit macan (bukan gambar macan), dengan hanya dua warna coklat dan hitam.
- minyak zaitun
- sedikit kurma dan kacang pistachio (lebih banyak saya beli di Madinah)
- tas sekolah anak
- jinten
- gamis anak
- tasbih kayu & mutiara
Kendaraan di Arab Saudi adalah kendaraan dengan kemudi sebelah kiri. Maka jalurnya terbalik dibanding jalur jalan Indonesia. Hati-hati, betul-betul harus hati-hati jika menyeberang jalan tengoklah kedua arah dua kali. Tengok kiri, kanan, kiri lagi, kanan lagi sebelum menyeberang.
Salah satu yg cukup mengerikan di Mekkah adalah para sopirnya. Saya kira sopir bus kota Jakarta bahkan yg dari Medan sekalipun akan geleng-geleng kepala melihat cara mengemudi orang Mekkah. Selalu terlihat ngebut dan buru-buru, menyerobot tanpa peduli orang lain, tidak mau mengalah pada orang yg menyebrang jalan. Benar-benar tanpa aturan atau sedikit sekali aturan yg dipatuhi. Aturan untuk tidak melawan arah dan aturan sampai ke tujuan, yg lain saya rasa kurang dipatuhi. Bahkan polisi pun jadi terlihat sama sekali tidak berwibawa. Saya yakin banyak sekali kecelakaan di kota Mekkah. Saya sendiri sudah dua kali selama di Mekkah mengalami tabrakan, kendaraan yg saya tumpangi menabrak atau di tabrak mobil lain. Bahkan hampir saja kedua sopirnya berkelahi di jalan. Di wajibkan bagi para jamaah untuk sangat berhati-hati jika menyebrang jalan.
Kondisi body mobil jarang sekali yg mulus, tidak peduli mobil mewah atau murahan. Hampir semua mobil penyok. Juga jarang sekali dibersihkan dalam maupun luar. Mahalnya air cukup mempengaruhi cara hidup orang Mekkah. Sedikit sekali untuk mencuci, bahkan untuk mandi sekalipun mereka jarang. Mungkin ini pula sebabnya parfum di Mekkah benar-benar banyak sekali penjual dan jenisnya. Saya kira tidak ada bengkel body dan sedikit sekali tempat cuci mobil di Mekkah. Namun banyak bengkel untuk servis rem, kopling, ban, dan yg utama adalah klakson.
Jarang sekali terlihat sepeda-motor. Kebanyakan mobil 4-wheel-drive, ini masuk akal karena kondisi alam gurun pasir dan berbukit-bukit terjal. Bensin mungkin lebih murah daripada air.
Monday, January 28, 2008
Mina hari ke 3
Sore hari kami mendapat kabar, rencana kami hanya mengambil nafar awwal karena kondisi maktab yg kurang menguntungkan. Kami akan kembali ke maktab Mekkah esok hari. Dengan rencana barang-barang akan diangkut bus dan jamaah akan jumrah siang hari dan langsung berjalan ke maktab Mekkah.
Namun pada malam harinya rencana berubah, kami akan jumrah pada pagi hari setelah sholat shubuh dan kembali ke maktab Mina untuk naik bus ke maktab Mekkah. Barang-barang dibereskan sebelum sholat shubuh. Desas-desus bahwa kemarin banyak jamaah yg meninggal karena mengejar waktu jumrah yg afdhol.
Alhamdulillah Aa' Gym datang sebelum sholat shubuh dan memberi tausiyah sampai datang waktu sholat shubuh.
Setelah sholat shubuh kami segera bersiap untuk jumrah.
Kondisi perjalanan dan tempat jumrah kurang lebih sama seperti hari kemarin.
Kembali dari jumrah sekitar pukul 10 WAS, kami segera naik bus ke Mekkah. Namun Bus yg kami tumpangi ternyata mengambil jalur yg macet sehingga kami baru sampai Maktab pada waktu Ashar.
Subscribe to:
Posts (Atom)